// //
Statistik
  Visitors : 107470 visitors
  Hits : 2528 hits
  Today : 31 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

   

Program Jaksa Masuk Sekolah di SMP Negeri 1 Selogiri Wonogiri

Tanggal : 07/22/2016, 11:36:17, dibaca 673 kali.

Wonogiri – Tingginya tingkat tindakan kejahatan terhadap anak di Jawa Tengah khususnya di Wonogiri mendorong
Kejaksaan Negeri Wonogiri melakukan upaya pencegahan dengan mengadakan program Jaksa Masuk Sekolah se
Kabupaten Wonogiri. Salah satunya dilaksanakan di SMP Negeri 1 Selogiri, Senin (18/7).
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Wonogiri, Triyanto, SH kepada Tim Majalah ORBIT mengatakan program
jaksa masuk sekolah merupakan intruksi dari Presiden melalui Jaksa Agung terkait maraknya kejahatan yang
dilakukan oleh anak-anak SMP seperti kasus yang terjadi di Tanggrang, Bengkulu, pelaku dan korbanya pelajar
SMP.
“Kita melindungi jangan sampai anak didik yang melakukan kejahatan dan jangan sampai anak didik yang menjadi
korban,” ungkapnya.
Kemudian, Ia jelaskan program jaksa masuk sekolah sudah dilakukan sebelum bulan puasa dan dilanjutkan setelah
bulan puasa dikarenakan pada bulan puasa libur. Program ini dilakukan di semua sekolah di Wonogiri. “Tingginya
angka tindakan kejahatan terhadap anak yang masuk ke kejaksaan Wonogiri disebabkan faktor orang tua banyak
yang merantau anak di rumah sendiri dijadikan obyek kejahatan salah satunya kejahatan seksual,” ungkapnya.
Lalu dia menyampaikan kejaksaan juga melakukan pencegahan ke Sekolah Dasar dengan memberikan penyuluhan
kepada Guru. “Tindakan kejahatan yang dilakukan guru biasanya guru mengalami gangguan kejiwaan. Juga kita
ingatkan kepada mereka ada pidananya sangat berat jika melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap anak
bisa dikebiri. Bisa dihukum mati jika korban sampai meninggal dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Selogiri, Sri Hartantiningrum, S.Pd, M.Pd menyambut baik program yang
dilaksanakan oleh Kejaksaan Wonogiri. “Penyuluhan dari kejaksaan ini memberi pengertian kepada siswa tentang
hukum. Kalau mereka mengerti tentang hukum seawal mungkin bisa membenahi diri dan mempersiapkan diri agar
tidak terkena pidana. Karena sekarang hukum bisa mengenai anak usia 12 tahun. Upaya yang dilakukan kejaksaan
agar tidak terjadi kekerasan berkaitan dengan kekerasan seksual, tawuran, perkelahian, penyalaguaan narkotika,
pencurian dan tidakan kejahatan lainnya,” terangnya.
Di tempat terpisah, Ketua Komite Sekolah Drs. H. Kenthut Wahyuni, S.H, M.H; mengatakan kegiatan jaksa masuk
sekolah di SMP Negeri 1 Selogiri menjadi kegiatan rutin sekolah yang diadakan minimal 3 sekali. "Harapan siswa
itu tahu hak, kewajiban, wewenang dan tanggung jawab terkait dengan perkara-perkara pidana yang berupa
pelanggaran dan perbuatan melawan hukum," tuturnya. (Tim ORBIT)
 
 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Pramudya Arief -  [pramudyaariefhidayat@gmail.com]  Tanggal : 01/01/2019
<a href="https://belajarinternet-hm.blogspot.com/">belajar internet</a>

Pengirim : Pramudya Arief -  [pramudyaariefhidayat@gmail.com]  Tanggal : 01/01/2019
<a href="https://belajarinternet-hm.blogspot.com/">belajar internet</a>

Pengirim : kaos distro -  [admin@sunbeamcloth.com]  Tanggal : 13/09/2016
Program yang bagus, harusnya diterapkan kepada seluruh sekolah di indonesia

Pengirim : aa -  [aa@aa.com]  Tanggal : 18/03/2010
a coba test

Pengirim : alan -  [alanrm82@yahoo.com]  Tanggal : 18/03/2010


   Kembali ke Atas